Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Polri Kerja Sama Dengan Ahli DNA Rusia

Polri Kerja Sama Dengan Ahli DNA Rusia 

Jakarta, 17/5 (Seputarbali.com) - Pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan bekerja sama dengan ahli DNA asal Rusia, Prof Pavlov Ivanov, untuk melakukan identifikasi terhadap jenazah korban pesawat Sukhoi Superjet 100.

Read more

189 Orang Masih Lakukan Pencarian Dan Pembersihan

189 Orang Masih Lakukan Pencarian Dan Pembersihan  

Bogor, 17/5 (Seputarbali.com) - Sebanyak 189 anggota SAR masih melakukan pencarian dan pembersihan di lokasi jatuhnya pesawat komersial Sukhoi Superjet-100 yang jatuh akibat menabrak tebing kawasan Gunung Salak, Bogor pada Rabu, (9/5).

Read more

Pemilik BKR Laporkan BNI Kepada Polisi

Pemilik BKR Laporkan BNI Kepada Polisi 

Denpasar, 16/5 (Seputarbali.com) - Sejumlah pemilik rumah susun dan apartemen Bali Kuta Residence (BKR) melaporkan BNI Kantor Wilayah Denpasar kepada pihak kepolisian atas dugaan membuat surat palsu.

Read more

Turis Australia Didakwa Hukuman Mati

Turis Australia Didakwa Hukuman Mati  

Denpasar, 16/5 (Seputarbali.com) - Turis Australia, Edward Norman Myatt (54), didakwa hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam perkara penyelundupan narkotika seberat 1,1 kilogram melalui Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali.

Read more

Next 1 2 Next

Sepenggal khitbah untuk akhwat fillah

PDF | Print | E-mail

Kolom Hikmah

User Rating: / 0
PoorBest 

Semilir angin berhembus di kesunyian. Sunyi yang kuharapkan akan memberikan ketenangan dalam membuat suatu keputusan. Sungguh sangat sulit mengambil keputusan itu. Bahkan mungkin takkan mampu ku penuhi permintaan itu. Ku lihat dan ku baca lagi.

 

“Ukhti, sekiranya tidak merepotkan Anti, sudilah Ukh memilihkan buat saya perhiasan dunia yang akan menggenapkan dien saya. Pasangan yang akan menghantarkan dan menyertai saya hingga ke jannah-Nya !”

Halaman 1 dari 7
Sejenak ku alihkan pandanganku dari untaian tulisan itu. Sunyi mulai menepi berganti gemersik dedaunan seolah ingin memberikan satu jawaban. Segenap pikiran mulai ku curahkan, mencoba mencari jawaban dari setiap kata yang ia tuliskan.

“Afwan, mungkin kedatangan surat ini cukup mengagetkan Anti. Bisa jadi pula ukhti memandang prosedur seperti ini kurang tepat. Tapi, ukh sendiri mungkin tahu bagaimana fisik murobbiku saat ini. Astagfirullah, bukan maksud saya memandang lemah semangat beliau karena fisik. Tapi kecelakaan lalu-lintas yang dialami beliau sebulan lalu menyebabkan saya tidak tega untuk meminta pertolongannya saat ini. Sedangkan saya butuh keputusan segera karena alhamdulillah saya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri dalam tahun ini. Ukhti teman lama yang sudah saya kenal, jadi kepada ukhtilah saya percaya dan berani meminta bantuan.”

Akhi…ya saya bisa memahami apa yang akhi rasakan. Tapi bukan karena keberatan memberi bantuan. Bukan pula karena ketidakpercayaan saya pada akhi. Ada hal lain yang sulit dimengerti. Entah kenapa akhir-akhir ini perasaanku ada yang berbeda. Ya Allah…, kenapa hati ini senantiasa bergetar ketika mendengar namanya. Bukankah selayaknya getaran ini muncul ketika mendengar nama-Mu?

Ku simpan kembali secarik kertas yang memberi bekas di hatiku. Ada luka. Kenapa bukan kepadaku, kenapa malah minta bantuanku? Ingin rasanya aku berikan secarik kertas tersebut pada murobiyahku. Angan melayang membayangkan indahnya tawaran murobiyah untukku. Sungguh…kan kuterima tanpa syarat!. Astaghfirullah…ada apa ini?

Sudah seminggu surat tersebut mengendap di kamarku. Hampir setiap saat kubaca tapi tak pernah sanggup ku jawab. Keegoisanku tetap bertahan. Aku tak rela jika mutiara hati yang telah lama bersemi ku tawarkan pada orang lain. Sungguh aku ingin memilikinya sendiri. Hanya untukku.

Surat kedua ? Hatiku berdegup keras menerima surat ini. Perlahan ku buka dan ku baca.

“Puji syukur saya panjatkan pada Ilahi Robbi. Ukhti, setelah beberapa lama berfikir keras, akhirnya ada satu penyesalan. Sungguh penyesalan yang sangat besar. Afwan, semoga ukhti belum mendapatkan bidadari yang ku inginkan. Saya cabut kembali permintaan surat pertama. Sungguh saya minta maaf. Mohon Ukh tidak marah atau kecewa atas kelancangan surat tersebut.”

Akhi, tak ada sedikitpun kemarahanku padamu. Ia hanyalah harapan yang kian padam. Perisai-perisai diri ini semakin pecah karena resah akan lepasnya sang panah. Panah yang ku harap tertancap pada diriku. Tepat di atas ulu hatiku yang telah lama memendam rindu. Rindu untuk bersatu yang tak pernah berani ku tawarkan padamu. Bukanlah engkau yang bersalah, tetapi akulah yang terlalu egois mengutamakan perasaanku.

***

Halaman 2 dari 7
“Nisa, kenapa sih akhir-akhir ini kami kelihatan tidak fokus?“ Anis teman liqoku tiba-tiba bertanya heran, „kamu banyak melamun akhir-akhir ini!“

“Mmm…eh tidak, tidak apa-apa.“ Jawabku pelan.

“Nisa sayang, kita sudah lama berteman. Hmm, nyaris lima tahun semenjak masuk kuliah dulu. Di majelis kholaqoh ini pula kita disatukan. Kasih sayang Allah telah menjadikan kita sudah seperti saudara. Jadi jika ada masalah, seandainya itu baik buat kamu, saya siap menjadi tempat curahan segenap isi hatimu!”.

Deras air mengalir dalam kegundahan hatiku. Tak terbendung dalam diriku sehingga menetes keluar di antara kedua mataku. Aku menunduk tak berdaya.

“Jika itu berat buat ukhti, marilah kita pikul sama-sama beban itu!“ satu ketegasan tawaran terlontar lagi di mulut sahabatku. Sungguh iman telah menjadikan kita seperti saudara, “Silahkan ukh, saya siap menjadi pendengar yang baik!“

“Anis, beban berat ini tak pantas disandang oleh orang lain karena ini hanyalah penyakit hati. Sungguh malu saya ini tatkala orang lain disibukkan dengan perjuangan-perjuangan dakwah, sedang aku memikirkan hal-hal yang rendah!“

“Sayang, sekecil atau sebesar apapun masalah, semuanya bisa merusak jalan dakwah jika tidak dianggap sebagai bagian dari dakwah!“ tatapan tajam Nisa menusuk ulu hatiku.

“Sampaikanlah apa masalahmu, jika malu anggaplah aku ini cermin sehingga engkau merasa bebas mencurahkan isi hatimu, bukankan kamu bilang kalau kamu suka berbicara sendiri di depan cermin?“

“Jazakillah ukh, rahmat Allah semoga senantiasa menyertaimu!“ Jawabku.

Seraya menatap lembaran mushaf di depan kami, akhirnya aku ceritakan keadaan yang menimpaku saat ini. Anis hanya terdiam dan kadang-kadang mengangguk-angguk sambil mengusap-usap punggungku sehingga membuatku nyaman untuk bercerita.

***

Halaman 3 dari 7
Dua minggu telah berlalu. Hari ini kami mengadakan pengajian gabungan. Alhamdulillah, ini biasanya momen yang paling aku tunggu karena saya bisa bertemu dengan rekan-rekan pengajian lainnya. Biasanya dalam pengajian tersebut, posisi duduk teman satu kelompok liqo’ dipisahkan dengan alasan supaya kami lebih berbaur dengan kelompok lain.

Pengajian gabungan kali ini diisi oleh murobbiyahku sendiri, Teh Nizma. Ada hal yang lebih menarik dari pengajian gabungan kali ini, yaitu tema yang diangkat adalah „Menjadi Bidadari“. Entah kenapa setiap ada tema yang berkaitan dengan materi merah jambu, semua akhwat selalu antusias mengikutinya. Mungkin memang sudah masanya.

Sebagai sosok murobbiyah yang sekaligus ibu rumah tangga, dalam penyampaian materi ini Teh Nizma terlihat terampil sekali. Alur materi mengalir lancar dan mudah dimengerti. Kadang diselingi canda yang membuat kami semakin antusias mendengarkannya.

Seperti biasa setelah selesai materi, sesi berikutnya adalah tanya jawab. Banyak sekali yang mengajukan pertanyaan. Dari sekian banyak pertanyaan tersebut, ada satu pertanyaan yang menggelitik pikiranku.

“Teh, hehe…afwan, kadang ada keinginan dalam diri saya untuk menawarkan diri agar dinikahi kepada ikhwan yang benar-benar saya cintai. Apakah hal ini merupakan perbuatan yang tercela mengingat kita berposisi sebagai seorang wanita?” tanya penanya tersebut penuh percaya diri. Kontan saja pertanyaan ini membuat peserta lainnya saling melirik dan tersenyum simpul penuh makna. Ada juga yang mengangguk-angguk tanpa sadar seolah-olah dirinyalah yang bertanya. Aku pun memberikan reaksi berbeda. Bingung dan malu. Entah kenapa aku merasakan bahwa akulah sang penanya yang sebenarnya.

***

Halaman 4 dari 7
“Hmm…silahkan cari, adakah hukum yang melarang seorang akhwat untuk nembak duluan?“ Mba Nizma balik bertanya.

“Eh…hmm…ya…nggak ada sih, atau…eh nggak tahu deh Mbak, hehe!“ Jawab si penanya kelihatan gugup.

Kutengok sosok penanya tersebut. Ya ampun, ternyata Anis yang menanyakan hal itu. Kenapa sosok pendiam itu berani bertanya hal seperti itu? Apa dia memang punya niat demikian, atau…entahlah.

“Adekku sekalian, jika penawaran diri seorang wanita untuk dinikahi oleh laki-laki yang soleh merupakan suatu kehinaan, maka tidak akan pernah ada penawaran diri dari seorang Ummahatul Mukminin, Siti Khadijah, untuk dinikahi oleh Rasulullah SAW melalui perantaranya saat itu. Bukankah dia ini sosok wanita yang mulia? Atau kita menganggap diri kita lebih mulia dari wanita ahli jannah seperti beliau?“ tegas sekali Mba Nizma menjawab pertanyaan tersebut.

“Kita tengok kisah lain, Maimunah Binti Harits. Dia datang menemui Nabi SAW, masuk Islam dan meminta agar Rasullullah menikahinya. Akibatnya, banyaklah orang Makkah merasa terdorong untuk merima Islam dan nabi SAW. Bukankah itu juga merupakan tindakan yang cerdas dan mulia? Padahal saat itu usia beliau adalah 36 tahun sedangkan Rasulullah 60 tahun!”

Semua peserta kelihatan manggut-manggut tanda setuju.

“Jika ada diantara adek-adek yang malu melakukannya sendiri, insya Allah, teteh siap menampungnya!“ canda Teh Nizma sambil tersenyum penuh makna, “atau jika malu sama teteh, silahkan minta pada orang tuanya masing-masing untuk dijodohkan sama orang yang didambakan. Insya Allah, orang tua pun tidak akan pernah hina jika dia menawarkan putrinya sendiri kepada seorang laki-laki yang sholeh. Bukankah Umar Bin Khattab melakukan hal yang sama untuk putrinya, Hafsah, sehingga putri beliau menjadi seorang istri bagi baginda yang mulai Rasulullah SAW.“

Tatapan Teh Nizma berputar ke seluruh peserta.

“Selama prosedur penawarnya dilakukan dengan baik dan tata cara yang benar, tentu saja tidak ada larangan sama sekali untuk melakukan hal itu.“

Situasi mendadak hening. Semuanya terlihat merenung. Hanya senyum simpul yang semakin mengembang yang nampak di wajah Teh Nizma.

Entah kenapa, tiba-tiba saja dalam diriku muncul tekad yang kuat untuk mengutarakan permasalahanku pada Teh Nizma. Sungguh, aku ingin menawarkan diriku pada seorang Bidadara pujangga hatiku. Aku tidak akan pernah merasa malu. Ini lebih baik daripada aku menyesal seumur hidupku.

Setelah pengajian berakhir, kucoba untuk menghampiri Teh Nizma yang saat itu masih dikerubuti oleh teman-teman yang masih memberikan pertanyaan tambahan. Ada kecemburuan di hatiku melihat keberanian dan keterbukaan teman-teman terhadap murobbiyah pribadiku. Seandainya itu aku, sahutku pelan sambil melamun.

***

Halaman 5 dari 7
“Nisa, tolong jangan pulang dulu ya sebentar, saya ada perlu!“ teriak Mba Nizma agak keras memotong lamunanku.

“Oh….iya Mba!” jawabku setengah berteriak juga karena saat itu situasinya masih agak rebut oleh teman-teman yang salam-salaman sebelum pulang.

Akhirnya, tinggal kami berdua yang masih berada di Masjid ini. Dengan sedikit keraguan, aku pun mulai membuka pembicaraan sama Teh Nizma.

“Afwan Teh, …sebenarnya saya juga ada perlu sama teteh. Begini,…eh tapi silahkan teteh saja dulu!“

“Loh, kenapa? Silahkan Nisa aja dulu!“

“Ah engga deh, silahkan teteh dulu!“

“Baiklah kalau begitu, Nisa, di antara anak binaan teteh, masih ada dua orang yang belum menikah, hanya kamu dan Anis!“

Deg, jantungku berdegup keras mendengar kata-kata ini.

“Kalau Anis sebenarnya sudah beberapa bulan yang lalu menyatakan diri siap untuk menikah. Bahkan katanya dengan siapapun asal laki-lakinya sholeh, dia siap untuk menjadi pendamping hidupnya. Yah bisa dimengerti sih kondisi dia. Dia anak paling besar di keluarganya. Sementara dua adiknya yang perempuan sudah menikah. Jadi mungkin kriteria yang benar-benar ditonjolkannya adalah kesholehan laki-laki calonnya. Tapi, insya Allah, tentu saja teteh tidak akan mengabaikan hal-hal lainnya.“

Aku hanya manggut-manggut mendengar penjelasan murobbiyahku itu.

“Nah teteh sama sekali bukan bermaksud mendesak kamu. Sungguh teteh hanya ingin mengetahui sikap kamu mengenai hal ini.“ Lanjut Teh Nizma.

“Enggak apa-apa kok teh. Insya Allah, saya mengerti kondisi ini.“

***

Halaman 6 dari 7
“Begini, sebenarnya teteh mendapatkan seorang calon suami yang insya Allah kita sama-sama mengetahui bagaimana perjuangan beliau dalam dakwah ini. Sosok laki-laki yang mampu berprestasi di kampusnya walau dirinya benar-benar disibukkan dalam aktifitas dakwah.“ Terang Teh Nizma. Aku pun hanya terdiam menjadi pendengar yang baik sambil menebak-nebak sosok yang dimaksud.

“Sebenarnya sosok laki-laki tersebut sudah ditawarkan ke Anis tiga minggu yang lalu. Saat itu dia bilang akan mempertimbangkannya dan minta waktu selama satu minggu. Tapi dari sorot matanya terlihat ada binar-binar kegembiraan yang luar biasa. Namun entah kenapa satu minggu kemudian tiba-tiba saja dia menolaknya. Nah, sekarang tinggal Nisa anak binaan teteh yang belum nikah. Jika tidak bersedia, saya akan coba berinteraksi dengan murobbiyah yang lain, bagaimana?”

Aku berfikir keras mendengar tawaran tersebut. Sebenarnya aku sendiri saat ini tidak mau ditawari oleh orang lain. Bahkan oleh murobbiyah atau orang tuaku sendiri. Sungguh hatiku saat ini tidak bisa menerima ikhwan lain selain teman lamaku. Si penulis surat yang tak pernah mampu ku jawab. Dialah yang senantiasa mengisi ruang hatiku.

“Bagaimana ukh, kalau berminat, saya akan menunjukan biodata berikut foto dari yang bersangkutan sekarang?“ tanya Teh Nizma.

“Mmm…sebenarnya begini, afwan…saya sudah…eh, nggak, …” aku benar-benar kebingungan untuk menyampaikan hal itu.

“Baik, kalau belum siap juga tidak apa-apa kok.” Senyuman tersungging di bibir Teh Nizma.

“Eh maksud saya begini teh. Boleh nggak saya melihat biodatanya sekarang?” tanyaku konyol.

“Wah, Anis ini gimana sih, kan tadi teteh juga bilang memang mau diberikan sekarang, aneh juga ya!” Jawabah Teh Nizma yang membuatku semakin gugup.

Satu lembar amplop putih dikeluarkan dari tas hitam Teh Nizma. Dia serahkan amplop tersebut disertai dengan tatapannya yang tajam ke arahku. Dengan tangan bergetar, kuterima amplop itu.

“Silahkan mau dibuka di sini atau di rumah juga tidak apa-apa!”

***

Halaman 7 dari 7
“Eh nggak teh, di sini saja.” Jawabku. Sengaja aku tidak ingin menundanya karena saat ini juga keinginanku begitu menggebu untuk memberitahukan calon pilihanku sendiri.

Tanganku semakin bergetar ketika perlahan amplop tersebut kubuka. Kebetulan yang kubaca adalan baris terakhir dari tulisan pemberi amplop.

Pasangan yang diinginkan adalah sesosok calon bidadari yang akan menghantarkan dan menyertaiku hingga jannah-Nya.

Sebelum sempat kubaca bagian-bagian lainnya, tiba-tiba ada satu lembar foto yang jatuh tepat dipangkuanku.

Ya Rabb! subhanallah…! Sungguh tiada kata-kata yang keluar saat itu kecuali pujian agung atas-Mu. Foto tersebut adalah sosok yang ku impikan selama ini.

“Bagaimana Ukh?” Tanya Teh Rizma.

Aku tidak mampu menjawab. Hanya uraian air mata syukur yang kian deras mengalir.

“Ingat loh Ukh, diamnya seorang gadis itu tanda setuju!” Teh Nizma semakin menggodaku,

”Sebenarnya ikhwan yang bersangkutan sudah mengetahui seminggu yang lalu mengenai siapa calon akhwat yang akan menerima amplop ini. Ketika itu, tanpa kami duga, ikhwan tersebut langsung bersujud sambil menangis dia berdoa pelan. Sepertinya dia sangat berharap tuh!“

Aku semakin memaku. Diam dalam uraian air mata. Perlahan ku buka bagian atas biodata tersebut. Di sana tertulis suatu harapan dan tawaran;

Sepenggal khitbah buat akhwatfillah

Rabb!!..Aku langsung tersujud. Rasa syukur ini begitu membucah. Sehingga tak cukup rasanya bibir ini memuji-Mu. Di tempat suci ini, aku bersujud pada-Mu sebagai rasa syukur atas nikmat yang tiada pernah mampu kami ukur.

“Robbi auzi’nii an asykura ni’matakallatii an’amta ´alayya wa’alaa waa lidayya wa an-a’mala shaalihan tardhaahu wa adkhilnii birohmatika fii ´ibaadikashshaalihiin, amin.”

.::.
Sumber: Oaseiman|Ditulis oleh Yudhie andriyana dengan editan kata seperlunya.
.::.

 


Add comment


Security code
Refresh

Flash News

GARDU PRABOWO DIBENTUK USUNG CAPRES PRABOWO SUBIANTO

Denpasar, 17/5 (Seputarbali.com) - Gerakan Rakyat Dukung Prabowo (Gardu Prabowo) untuk wilayah Bali telah dideklarasikan dalam upaya mengusung Prabowo [ ... ]


LPA BALI DORONG PENERAPAN KEADILAN RESTORATIF

Denpasar, 17/5 (Seputarbali.com) - Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Bali mendorong penerapan prinsip pendekatan keadilan restoratif (restorati [ ... ]


Kisah Yang Lain:

Obyek Wisata

Melihat Fauna di Bali Zoo Park

article thumbnail

  Jangan pernah berpikir bahwa wisata di Bali hanya ada pantai dan sejumlah pagelaran budaya yang memikat hati para turis. Karena ternyata di Bali ada sejumlah tempat wisata yang menyajikan wisata f [ ... ]


Asyiknya Objek Wisata New Kuta Green Park

  Objek wisata ini baru berumur satu tahun. Akhir bulan Desember 2010 yang lalu Bupati Badung A.A Gde Agung membuka secara resmi Objek Wisata New Kuta Green Park yang terletak di kawasan Bali Pecatu [ ... ]


Obyek Wisata Terkait:

NASIONAL | MANCANEGARA | EKONOMI

Nasional
Image
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Di Tol
Thursday, 17 May 2012
Semarang, 17/5 (Seputarbali.com) - Sesosok mayat pria telanjang tanpa identitas yang diduga merupakan korban pembunuhan ditemukan di selokan tepi... Read more...
Image
Keluarga Ganis Arman Datangi RS Polri
Thursday, 17 May 2012
Jakarta, 17/5 (Seputarbali.com) - Keluarga salah seorang korban pesawat Sukhoi Superjet 100 Ganis Arman Zuvianto mendatangi RS Polri R Said Sukanto... Read more...
Image
Majelis Hakim Tolak Keberatan Penasehat Hukum Afriyani Susanti
Wednesday, 16 May 2012
Jakarta, 16/5 (Seputarbali.com) - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak keberatan yang diajukan penasehat hukum "supir xenia maut",... Read more...
Mancanegara
Image
Rudal Untuk Pelatihan Jatuh Dari Helikopter, 100 Rumah Dikosongkan
Thursday, 17 May 2012
Houston, 17/5 (Seputarbali.com) - Sedikitnya 100 rumah di sekitar pangkalan militer Amerika Serikat di Fort Hood terpaksa dikosongkan sementara,... Read more...
Image
Dua Kapal Al AS Bertabrakkan Di Lepas Pantai Southern California
Thursday, 17 May 2012
Los Angeles, 17/5 (Seputarbali.com) - Angkatan Laut AS mengkonfirmasi satu kapal serang amfibi bertabrakkan dengan satu kapal tangki AL, Rabu (16/5),... Read more...
Image
Bandar Udara Dublin Gagal Dalam Pemeriksaan Keamanan Uni Eropa
Wednesday, 16 May 2012
Dublin, 16/5 (Seputarbali.com) - Bandar udara Dublin memberlakukan langkah keamanan tambahan setelah gagal dalam sejumlah pemeriksaan dalam audit Uni... Read more...
Berita Ekonomi dan Wisata
Image
Bali Ekspor Kerajinan Logam 409.255,81 Dolar
Sunday, 29 April 2012
Denpasar, 29/4 (Seputarbali.com) - Bali mengekspor hasil kerajinan berbahan baku logam senilai 409.265,81 dolar AS selama bulan Januari 2012, merosot... Read more...
Image
Nilai Ekspor Keramik Bali Merosot
Saturday, 28 April 2012
Denpasar, 28/4 (Seputarbali.com) - Nilai ekspor keramik yang diproduksi para pengrajin di Bali sebesar 54.808,45 dolar AS selama Januari 2012 atau... Read more...
Image
Ekspor Furniture Bali 1,80 Juta Dolar As
Thursday, 26 April 2012
Denpasar, 26/4 (Seputarbali.com) - Bali memperoleh devisa dari ekspor furniture sebesar 1,80 juta dolar AS dari pengiriman 236,710 unit (pcs) jenis... Read more...

KISAH | HIKMAH | MOTIVASI

Kolom Hikmah
Image
Iwak Peyek Pun Tidak Menolong Tebu Oleh Dahlan Iskan
Monday, 14 May 2012
Jakarta, 14/5 (Seputarbali.com) - Saya tertegun ketika berkunjung ke Pabrik Gula Madukismo, Yogyakarta, hari Minggu pagi, terutama ketika melihat ada... Read more...
Image
Roda, Adakah Kebahagiaan yang Terlupakan
Saturday, 29 October 2011
Seputarbali.com - Suatu ketika, ada sebuah roda yang kehilangan salah satu jari-jarinya. Ia, tampak sedih. Tanpa jari-jari yang lengkap, tentu, ia... Read more...
Image
Ayah Bangga padamu Nak!
Thursday, 29 September 2011
Aku seorang ayah dari anak perempuan berumur 11 tahun yang manis dan cerdas bernama Dhira. Suatu pagi Dhira berkata padaku, ”Ayah, aku akan ... Read more...
Image
Sepenggal khitbah untuk akhwat fillah
Saturday, 09 January 2010
Semilir angin berhembus di kesunyian. Sunyi yang kuharapkan akan memberikan ketenangan dalam membuat suatu keputusan. Sungguh sangat sulit mengambil... Read more...
Image
Harga Semangkuk Bakmi
Saturday, 09 January 2010
Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu ... Read more...
Tepi Manusia
Image
Kisah Tukang Sampah Indonesia Di Stasiun Televisi Inggris
Monday, 30 January 2012
London, 30/1 (Seputarbali.com) -Laporan mengenai kisah tukang sampah Jakarta yang disebut sebagai kota dengan pertumbuhan kota yang cukup pesat di... Read more...
Image
Menunggu Maut di Mogadishu
Tuesday, 15 November 2011
Oleh: Sunaryo Adhiatmoko Jumat, 21 Oktober lalu, menginjak hari keempat saya diMogadishu, Somalia. Saya mewakili PPPA Daarul Quran yang sinergi... Read more...
Image
Pondok Metal
Monday, 26 September 2011
Pekan lalu, saya buka pesan singkat dari Kyai Abu Bakar Cholil, pengasuh Pondok Pesantren Metal, Pasuruan, Jawa Timur, yang dikirim hampir setahun... Read more...
Image
Nasehat Ramadhan dari Bocah Somalia
Tuesday, 20 September 2011
* Oleh: Sunaryo Adhiatmoko Mendadak, saya ingat anak-anak Somalia yang hari ini dirajam kelaparan. Tulang iganya yang nyaris mecuat, menembus kulit... Read more...
Image
Basyir Menggugat
Tuesday, 20 September 2011
Semua kita tentu merinding, dengan pilihan Muhammad Basyir (11) yang mengakhiri hidup dengan gantung diri di Kios Pasar, kawasan Pasar Minggu,... Read more...
Kolom Motivasi
Image
Impian dan Keinginan membara
Friday, 14 October 2011
Pada masa lalu seorang komandan perang yg hebat setiap pagi slalu mengajak para prajuritnya dipinggir pantai sambil mnunjuk pulau diseberang sana dan... Read more...
Image
Kenapa Anda Harus Menjadi Bola Pimpong?
Sunday, 09 October 2011
Seputarbali.com - Dalam hidup memang kita sehari-hari tidak lepas dari tekanan, ujian dan kesulitan-kesulitan yang sering tidak bisa kita hindari.... Read more...
10 Rahasia Agar Suami Tidak Selingkuh
Tuesday, 20 September 2011
*Oleh: Ahmad Rosadi Lubis, SH Menajalani kehidupan berumah tangga tentu banyak tantangan yang akan dihadapi. Salah satunya adalah masalah... Read more...
Image
Jejak Kaki di Karpet
Sunday, 11 September 2011
Sebuah kisah nyata... Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan dan kerapihan rumah ... Read more...
Image
Nak, Ayah Mencintaimu
Wednesday, 06 January 2010
Kalau Anda seorang ayah pasti sering mendengar kalimat-kalimat berikut ini: “Ayah, aku sudah mandi.” Aku sudah sudah belajar lho, Pa.” Apa aku... Read more...

INSPIRASI | PROFILE

Ni Pande Putu Etiartini, Dirikan Sekolah Pantai untuk Anak Jalanan

article thumbnail

Inspirasi, 17/1 (Seputarbali.com) - Belajar bisa di mana saja, tidak harus di dalam ruang-ruang kelas. Seperti yang dilakukan Ni Pande Putu Etiartini ketika merintis pendidikan untuk anak-anak jalanan yang mengais nafkah di kawasan wisata Pantai K [ ... ]


De Pande, Empu Muda Pewaris Prapen Bali

article thumbnail

Denpasar, 29/12 (Seputarbali.com) - Made Gd Suardika adalah sosok pemuda Bali (38). Biasa dipanggil De Pande, wajahnya keras, lekuk otot tubuhnya menyembul kekar, sorot matanya tajam dan rambut sepundak.  


Komitmen Made Suwita Hijaukan Desa Lebih

article thumbnail

Denpasar, 20/12 (Seputarbali.com) - Ketika yang lain sibuk berkampanye peduli lingkungan, Mangku Made Suwetha bersama teruna-teruni Desa Pekraman Lebih Kabupaten Gianyar telah bergerak ”bercanda” dengan alam sekitar desanya.


Inspirasi Terkait:
Manajemen dan Staff Munatour
Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1433 Hijriah

Berita Politik | Politic News

Hatta Rajasa : PAN Jangan Minta Uang Saat Pilkada

article thumbnail

Pontianak, 17/5 (Seputarbali.com)- Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa mengingatkan kadernya untuk tidak meminta uang pada saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah.


Parpol Di Bali Atur Strategi Hadapi Pilgub

article thumbnail

Denpasar, 16/5 (Seputarbali.com) - Partai politik di Bali sudah mulai melakukan berbagi langkah dan strategi untuk menghadapi pemilihan gubernur, Mei 2013.


Berita Politik Terkait:

BERITA OLAHRAGA | SPORT

Kekalahan Bayern Sedikit Mempengaruhi Kepercayaan Diri Jerman Menjelang Euro 2012

article thumbnail

Berlin, 16/5 (Seputarbali.com) - Kekalahan Bayern Munich dari Chelsea dalam final Liga Champion, Sabtu, cukup mempengaruhi kepercayaan diri Jerman menjelang Euro 2012 bulan depan, demikian dikatakan pelatih timnas Jerman Joachim Loew, Selasa.


Berita Terkait:
Munatour - Haji & Umroh [not supported flash player]

Kolom Kesehatan | Helth

Sayuran Tingkatkan Peluang Selamat Dari Kanker Payudara

article thumbnail

Chicago, 4/4 (Seputarbali.com) - Perempuan China yang mengonsumsi kubis, brokoli dan sayuran hijau memiliki peningkatan peluang selamat setelah kanker payudara dibandingkan dengan perempuan yang tak m [ ... ]


Buah Naga menurunkan kadar kolesterol dan resiko kanker

article thumbnail

Kesehatan, 22/1 (Seputarbali.com) - Badan Litbang Pertanian Republik Indonesia menyebutkan bahwa buah naga dapat menurunkan kadar kolesterol, penyeimbang gula darah, menguatkan fungsi ginjal dan tulan [ ... ]


Kesehatan Terkait:

Pernik Wanita

Atasi Telapak Kaki Pecah Dengan Buah Pepaya

article thumbnail

Buah Pepaya selain enak dikonsumsi, ternyata dalam resep tradisional buah pepaya bisa dimanfaatkan untuk mengatasi telapak kaki pecah: 1. Bakar buah  papaya yang masih muda (yang masih kecil-kecil), [ ... ]


Tentang Wanita:

Pojok Humor

Pojok Humor: Hati-Hati Dengan Kesabaran Istri

article thumbnail

Pojok Humor, 29/2 - Seorang suami sangat kagum dengan kesabaran istrinya yg telah mendampinginya selama 25th tanpa sedikit pun bertengkar dan membal [ ... ]


Gak Kalah Lucu:
mod_vvisit_counterVisitors Today1141
mod_vvisit_counterVisitors Yesterday6062
mod_vvisit_counterThis Week7203
mod_vvisit_counterLast Week55866
mod_vvisit_counterThis Month136671
mod_vvisit_counterLast Month170793

By A Web Design

TwitterFacebookRSS