PDF | Print | E-mail
Written by Administrator
Monday, 14 November 2011 18:34
Opini
Depok, 13/11 (Seputarbali.com) - Ada tujuh cabang olahraga - brigde, roller skate, vovinam, petanque, paraglidig, wall climbing (panjat tebing) dan kriket - yang baru dipertandingkan di SEA Games ke-26 di Palembang dan Jakarta 11-22 November.
Tentu, yang segera menjadi pertanyaan adalah, apakah atlet ketujuh cabang olahraga baru itu akan mampu mendongkrak perolehan medali kontingen Indonesia di Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) kali ini yang harus mampu meraup paling tidak 155 dari total 545 medali emas yang diperebutkan, jika ingin menjadi juara umum.
Kontingen Indonesia kali ini menurunkan 1.059 atlet dan 483 ofisial dan harus mampu bangkit kembali untuk menjadi juara umum, setelah terpuruk di SEA Games 2009 di Laos yang hanya mampu berada di peringkat tiga di bawah Thailand dan Vietnam. Waktu itu dari total 1.246 medali yang diperebutkan, Indonesia meraih 170 medali - 43 medali emas, 53 perak dan 74 perunggu.
Ada pendapat bahwa cabang-cabang baru ini akan menguntungkan Indonesia. Sebagai tuan rumah, Indonesia diperkirakan meraih banyak medali emas, sebab punya atlet berkelas internasional di masing-masing cabang baru tersebut, kecuali kriket dan vovinam.(ICH).
Vovinam - olahraga bela diri khas dari Vietnam yang dipertandingkan pada 14-16 November dan menyediakan 14 medali emas. Total atlet yang berlaga di cabang ini 27 orang (9 putri 18 putra). Sudah dipastikan, saingan terberat Indonesia dalam cabang yang menampilkan seni pementasan dan kategori pertandingan ini adalah Vietnam.
Namun, Manajer Tim Vovinam, Muhammad Siddiq tetap optimistis para atlet Indonesia bisa bersaing dengan atlet-atlet Vietnam dan negara Asia Tenggara lainnya, karena ada kemiripan antara vovinam dengan cabang olahraga silat, yang merupakan beladiri khas Indonesia. ?Semua atlet vovinam Indonesia punya keahlian pencak silat.
"Di kejuaraan Laos Asian Indoor Games in 2009, Indonesia berhasil meraih dua mendali emas. Selain itu, di ajang kejuaraan yang digelar di Kamboja, Indonesia meraih lima medali emas. Pengalaman itu menjadi modal berharga untuk bersaing dalam perebutan medali cabang vovinam di SEA Games 2011," ujarnya.
Di cabang vovinam, tim Indonesia menargetkan bisa merebut medali emas dari 14 nomor yang dipertandingkan. ?Peluang mendapat enam medali emas terbuka lebar - lima emas dari nomor performance dan satu dari nomor laga,? kata Shidiq.
Sementara itu Tim Nasional Petanque Indonesia mewaspadai kekuatan Vietnam, Kamboja, dan Laos sebagai calon pesaing kuat pada SEA Games XXVI. Thailand merupakan kekuatan utama di Asia Tenggara karena negara tersebut sudah mengenal olahraga petanque selama 32 tahun.
"Kami coba bidik satu medali emas dari nomor shooting putri. Peluangnya masih ada di sana," ujar Manajer Timnas Petanque M Arifin Taher sambil menambahkan bahwa pihaknya tetap sadar akan kondisi tim secara keseluruhan mengingat cabang ini baru di Indonesia dan belum banyak prestasi yang diraih.
"Bahkan, timnas petanque baru dibentuk tujuh bulan terakhir. Jadi, kami tidak berani menargetkan banyak medali," ujarnya.
Selaku tuan rumah Indonesia memilih sembilan cabang olahraga unggulan termasuk sepatu roda, panjat tebing, paralayang dan bridge. Diharapkan dari cabang-cabang tersebut, Indonesia mampu mendulang emas lebih banyak, sekaligus memperbesar peluang menjadi juara umum.
Menurut Dharmawan Sirin, salah satu pelatih nasional paralayang SEA Games, ke-14 atlet tengah fokus untuk latihan persiapan pertandingan.di arena Paralayang, Bukit Gantole, Cisarua Puncak, Bogor.
"Kondisi atlet juga dalam keadaan prima dan siap untuk bertanding meraih prestasi. Kami sudah dalam pematangan latihan, sehingga harus lebih fokus lagi untuk pertandingan," katanya seraya menambahkan bahwa saat ini di arena Paralayang sudah datang atlet dari Malaysia dan Vietnam yang juga melakukan latihan terbang.
Pada SEA Games 2011 cabang paralayang diikuti lima negara, Indonesia akan bertarung melawan atlet dari Malaysia, Vietnam dan Thailand. Indonesia akan mengikuti tiga nomor yakni ketepatan mendarat, lintas alam jarak terbuka dan lintas alam jarak terbatas.
Manajer Timnas Paralayang Indonesia, Gendlon Subandolno menagetkan cabang ini mampu merebut 6 medali emas dari nomor andalan yaitu ketepatan mendarat (4 emas) dan nomor race to goal beregu (2 emas). ?Atlet Indonesia sangat menguasai nomor ketepatan mendarat, namun untuk nomor lintas alam masih dikuasai Thailand dan Malaysia.? Cabang paralayang memperebutkan 12 medali emas, 4 dari ketepatan mendarat dan 8 lainnya dari nomor lintas alam yang terdiri dari empat nomor race to goal serta empat nomor open distance serta diikuti lima dari 11 negara peserta, Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina.
Enam emas sepatu roda? Kontingen Indonesia menurut kapten tak bermain (NPC) Tim Bridge Indonesia, Bert Toar Polii menargetkan lima medali emas dari cabang ini. Kelima emas tersebut diharapkan diperoleh dari nomor beregu putra, beregu putri dan beregu campuran, serta dari butler pasangan putra dan putri.
"Itu target pesimis kita. Peluang untuk meraih medali emas dari nomor pasangan baik putra dan putri maupun pasangan campuran juga tetap terbuka lebar," ujarnya sambil menambahkan bahwa tim Indonesia lebih mewaspadai kekuatan tim Singapura, meski tim-tim dari negara lainnya juga tidak boleh dianggap remeh.
Meski baru pertama kali dipertandingkan di SEA Games, para atlet cabang olahraga sepatu roda, Alan Chandra dkk bertekad mengukir prestasi dengan target enam medali emas. Salah satu modalnya adalah peringkat ke-13 dunia dan tiga besar Asia Tenggara yang kini disandang cabang olahraga tersebut.
Menurut Ketua Umum Perserosi, Sulistyo andalan cabang sepatu roda ada di nomor 200 meter, 300 meter dan 400 meter dan pemusaytan latihan sudah dilakukan sejak pertengahan April di Bandung dan berlatih selama sebulan di Taiwan.
Tentang saingan terberat, dia menilai Thailand bisa saja menjadi penghambat. "Mereka melakukan TC di Amerika Serikat. Kekuatan mereka juga masih belum bisa diramalkan karena gak pernah ikut turnamen selama di Amerika." Selain Indonesia dan Thailand, sepatu roda diikuti Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Tapi, ketiga negara itu merupakan pendatang baru di cabang sepatu roda.
Olahraga kriket menurut General Manajer Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP PCI) Albert Tangkudung sudah lama ada di Indonesia, tetapi belum dikembangkan secara meluas.
Oleh karena itulah PP PCI yang belum setahun dibentuk ini berkeinginan untuk mengembangkan cabang olahraga yang sangat digemari dan populer di negara-negara Persemakmuran ini dan belum bicara soal target medali di SEA Games XXVI.
Namun demikian, karena kriket telah dipertandingkan secara resmi di arena Asian Games dan Olimpiade, sebenarnya ada peluang Indonesia untuk berprestasi di cabang ini mengingat permainan kriket mirip dengan bola kasti yang dulu pernah sangat populer di Indonesia.
Sementara itu PB Federasi Panjat Tebing Indonesia menargetkan enam dari 10 medali emas yang diperebutkan di SEA Games 2011. Menurut Manajer Timnas Indonesia Hendri Wijaya, peluang enam emas ada di nomor speed track putra dan putri, speed record putra dan putri, dan relay tim untuk putra dan putri.
"Para atlet nasional relatif diuntungkan, karena telah menguji coba venues dan peralatan terlebih dahulu," katanya.
Pelatih timnas panjat tebing, Ronald Novar Mamarimbing menilai Singapura sebagai salah satu lawan berat pada nomor speed dan lead serta Filipina di nomor boulder. "Semua lawan berat, tapi kami telah membaca peta kekuatan di wilayah Asia Tenggara.
Sejauh ini, katanya, para atlet telah siap bertanding dan berharap bisa menjadi juara umum mengingat prestasi panjat tebing Indonesia dalam satu dasawarsa terakhir terbilang stabil dan berada di deretan atas, tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di tingkat Asia. Tim Nasional Indonesia menyiapkan 24 atlet - 12 putra dan 12 putri.
Cabang olahraga golf menargetkan enam medali emas dalam SEA Games 2011.
Dari 44 cabang olahraga, Indonesia punya keunggulan pada beladiri, permainan, atletik, renang, angkat berat, memanah dan beberapa olahraga air. Jika Indonesia bisa memanfaatkan cabang-cabang di atas ditambah tujuh cabang baru dengan menjadi pemenang, paling tidak 180 medali emas bisa diraih.
Memang tidak mudah, diperlukan tekad, usaha dan perjuangan keras agar lagu kebangsaan Indonesia terus menerus berkumandang di Jakabaring dan negeri ini kembali merebut kejayaannya - menjadi juara umum SEA Games XXVI.(ant)
* Oleh Illa Kartila
Add comment