Last Updated on Wednesday, 21 September 2011 11:18 Written by Administrator Tuesday, 20 September 2011 06:53
* Oleh: Sunaryo Adhiatmoko
Mendadak, saya ingat anak-anak Somalia yang hari ini dirajam kelaparan. Tulang iganya yang nyaris mecuat, menembus kulit tipis, sungguh meremukkan hati. Sebagian bertahan hidup, tapi juga ribuan yang akhirnya meregang nyawa. Terik matahari yang membakar, ditimpali tanah tandus berdebu, melengkapi betapa ekstrim kehidupan bocah-bocah Somalia. Jika bayangan itu terlintas, sungguh agak berat, tenggorokan menelan sesuap nasi.
Tapi, Somalia itu amat jauh di benua Afrika. Kita, sulit menjangkaunya andai ingin berbagi sepiring nasi. Namun, tragedi kelaparan yang mengerikan itu, tetap membawa pesan kemanusiaan pada umat manusia di berbagai belahan bumi. Yakni, bersyukurlah dengan apa yang terhidang hari ini di meja makan. Meski hanya nasi putih dengan garam.
Jerit kelaparan bocah Somalia, juga perlu menyadarkan diri agar hidup tidak rakus, serakah, dan selalu kurang. Sebuah bangsa juga perlu sadar, agar hati-hati mengelola kekayaan Negara. Pemimpin, wakil rakyat, dan pemangku kebijakan, juga perlu sadar diri, bahwa nestapa bocah Somalia, tak muskil terjadi di Indonesia yang subur dan hijau ini. Jika tata kelolanya makin hancur, korupsi terus membudaya, dan penguasa berkhianat pada amanat rakyat. Bukankah dalam sejarah, bangsa ini juga pernah dirajam paceklik yang menciptakan kelaparan di seantero negeri.
Air mata bocah Somalia, juga menasehati agar nurani ini hidup. Panca indera jangan dimatikan, agar tak ada anak tetangga kita yang kelaparan. Kita bisa belajar pada rumput di halaman rumah, yang selalu dipangkas tiap daunnya lebat. Rumput itu, tak akan mati karena dipotong, tapi ia tumbuh makin subur. Demikianlah sejatinya, makna berbagi dan memberi pada orang lain atas harta yang kita miliki. Seorang bijak berkelakar, uang seribu tak akan bikin melarat karena disedekahkan, juga tak akan menambah kaya karena disimpan.
Sudah menjadi bagian dari sunatullah, di dunia ini selalu ada kesenjangan. Kemiskinan itu ada, pada hakikatnya karena ada orang kaya, dan diperuntukkan bagi orang-orang miskin. Mereka terlihat baik dan buruk amalnya, dari caranya memperlakukan fakir dan miskin. Niscaya tidak akan ada arti dan maknanya, harta melimpah jika tidak ada orang-orang miskin.
Dari sudut keimanan, orang kaya memandang saudara-saudara mereka yang tidak beruntung sebagai berkah. Ladang baginya untuk menumpuk amal shaleh. Bukan sebaliknya, fakir-miskin dipandang sebagai lalat-lalat pengganggu.
Sikap yang indah ini, terlihat dalam pola interaksi Rasulullah dengan para sahabatanya yang mayoritas bekas budak, kalangan gembel yang lusuh penampilannya dan tidak nyaman aromanya.
Ketika Nabi masuk ke majelis, beliau memilih duduk dalam kelompok orang-orang miskin. Kerapkali Rasulullah berkata, “Alhamdulillah, terpuji Allah yang menjadikan di antara umatku kelompok yang aku diperintahkan bersabar bersama mereka. Bersama kalianlah hidup dan matiku. Gembirakanlah kaum fukara muslim dengan cahaya paripurna pada hari kiamat. Mereka mendahului masuk surga sebelum orang-orang kaya setengah hari, yang ukurannya 500 tahun. Mereka bersenang-senang di surga sementara orang-orang kaya tengah diperiksa amalnya.”
Namun, Rasulullah juga telah bersabda: Orang yang miskin itu bukanlah orang yang berjalan ke sana sini meminta-minta kepada manusia, kemudian diberikan dengan sesuap dua makanan dan sebiji dua buah kurma.
Para Sahabat bertanya: Kalau begitu siapakah orang miskin yang sebenarnya wahai Rasulullah? Nabi bersabda: Orang yang tidak mendapati kesenangan yang mencukupi buatnya, tetapi mereka tidak tahu karena kesabaran dia menyembunyikan keadaannya dan tidak meminta-minta kepada orang lain, dia akan diberikan sedekah tanpa dia meminta dari orang lain. (HR Bukhari, Muslim, Nasai).
Saat ini, semua muslim tengah mendaras makna puasa Ramadhan. Dalam kelaparan sehari, banyak hikmah dipetik agar kualitas hidup kedepan lebih baik, berkah, dan diwarnai nilai-nilai keberpihakan pada kaum lemah. Lapar sehari belum sebanding dengan laparnya bocah-bocah Somalia yang berbulan-bulan tanpa asupan hidup. Hingga tampaklah kering tulang iganya dan lemah tubuhnya, kemudian maut membayanginya.
Kita bisa mengasah nilai-nilai puasa Ramadhan dengan belajar pada tragedi-tragedi kemanusiaan. Agar hidup lebih syukur, tidak egois, dan jauh dari budaya pelit. Wallahu’alam.
*Penulis adalah kontributor tetap seputarbali.com tinggal di Jakarta.
| PASAR KERAJINAN BALI DIPENUHI BARANG LUAR DAERAH Gianyar, 22/5 (Seputarbali.com) - Pasar kerajinan di Bali dipenuhi barang dari luar daerah itu sehingga menjadi ancaman tersendiri bagi pengrajin sete [ ... ] |
PRESTASI INTERNASIONAL MAHASISWANYA HARUMKAN IKIP PGRI BALI Denpasar, 22/5 (Seputarbali.com) - Rektor Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan 'PGRI Bali', Drs I Made Suarta, SH,M.Hum, mengatakan, sejumlah mahasis [ ... ] | Kisah Yang Lain: | ||
| Melihat Fauna di Bali Zoo Park Jangan pernah berpikir bahwa wisata di Bali hanya ada pantai dan sejumlah pagelaran budaya yang memikat hati para turis. Karena ternyata di Bali ada sejumlah tempat wisata yang menyajikan wisata f [ ... ] |
Asyiknya Objek Wisata New Kuta Green Park Objek wisata ini baru berumur satu tahun. Akhir bulan Desember 2010 yang lalu Bupati Badung A.A Gde Agung membuka secara resmi Objek Wisata New Kuta Green Park yang terletak di kawasan Bali Pecatu [ ... ] | Obyek Wisata Terkait: | ||
| Ni Pande Putu Etiartini, Dirikan Sekolah Pantai untuk Anak Jalanan Inspirasi, 17/1 (Seputarbali.com) - Belajar bisa di mana saja, tidak harus di dalam ruang-ruang kelas. Seperti yang dilakukan Ni Pande Putu Etiartini ketika merintis pendidikan untuk anak-anak jalanan yang mengais nafkah di kawasan wisata Pantai K [ ... ] |
De Pande, Empu Muda Pewaris Prapen Bali Denpasar, 29/12 (Seputarbali.com) - Made Gd Suardika adalah sosok pemuda Bali (38). Biasa dipanggil De Pande, wajahnya keras, lekuk otot tubuhnya menyembul kekar, sorot matanya tajam dan rambut sepundak. | |
| Komitmen Made Suwita Hijaukan Desa Lebih Denpasar, 20/12 (Seputarbali.com) - Ketika yang lain sibuk berkampanye peduli lingkungan, Mangku Made Suwetha bersama teruna-teruni Desa Pekraman Lebih Kabupaten Gianyar telah bergerak ”bercanda” dengan alam sekitar desanya. | Inspirasi Terkait: | |
| Ani Yudhoyono Enggan Berkomentar Tentang Capres 2014 Jakarta, 22/5 (Seputarbali.com) - Ibu Ani Yudhoyono menolak berkomentar tentang wacana yang dilontarkan oleh sejumlah pihak tentang pencalonan dirinya dalam Pemilihan Presiden 2014. |
| Suryadharma Ali: Pengurus PPP Jangan Tidur Makassar, 21/5 (Seputarbali.com) - Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali minta pengurus partai berlambang ka'bah itu agar "tidak tidur" atau berdiam diri jika ingin memenangkan Pemilu 2014, sehingga harus bekerja keras sebab upaya memperoleh suara semakin ke [ ... ] |
| Berita Politik Terkait: |
| Masyarakat Maroko Cintai Pencak Silat Indonesia London, 22/5 (Seputarbali.com) - Pencak Silat Indonesia yang merupakan warisan budaya leluhur bangsa Indonesia cukup digemari oleh masyarakat Maroko. |
| Berita Terkait: |
| Sayuran Tingkatkan Peluang Selamat Dari Kanker Payudara Chicago, 4/4 (Seputarbali.com) - Perempuan China yang mengonsumsi kubis, brokoli dan sayuran hijau memiliki peningkatan peluang selamat setelah kanker payudara dibandingkan dengan perempuan yang tak m [ ... ] |
| Buah Naga menurunkan kadar kolesterol dan resiko kanker Kesehatan, 22/1 (Seputarbali.com) - Badan Litbang Pertanian Republik Indonesia menyebutkan bahwa buah naga dapat menurunkan kadar kolesterol, penyeimbang gula darah, menguatkan fungsi ginjal dan tulan [ ... ] |
| Kesehatan Terkait: |
| Atasi Telapak Kaki Pecah Dengan Buah Pepaya Buah Pepaya selain enak dikonsumsi, ternyata dalam resep tradisional buah pepaya bisa dimanfaatkan untuk mengatasi telapak kaki pecah: 1. Bakar buah papaya yang masih muda (yang masih kecil-kecil), [ ... ] |
| Tentang Wanita: |
| Pojok Humor: Hati-Hati Dengan Kesabaran Istri Pojok Humor, 29/2 - Seorang suami sangat kagum dengan kesabaran istrinya yg telah mendampinginya selama 25th tanpa sedikit pun bertengkar dan membal [ ... ] |
| Gak Kalah Lucu: |
![]() | Visitors Today | 1247 |
![]() | Visitors Yesterday | 6874 |
![]() | This Week | 21341 |
![]() | Last Week | 55866 |
![]() | This Month | 150809 |
![]() | Last Month | 170793 |
By A Web Design