Last Updated on Thursday, 10 November 2011 22:58 Written by Administrator Monday, 26 September 2011 12:36
Pekan lalu, saya buka pesan singkat dari Kyai Abu Bakar Cholil, pengasuh Pondok Pesantren Metal, Pasuruan, Jawa Timur, yang dikirim hampir setahun lalu. Entah kenapa, saya tak pernah hapus. Pesan itu, "Alhamdulillah, telah bertambah satu bayi lagi lahir ke muka bumi."
Umumnya, orang senang dapat kabar kelahiran bayi. Tapi, sore itu saya tercenung. Pedih mengaduk-aduk rasa. Manusia mana lagi yang bertindak mirip binatang. Bayi itu, bukan anak kandung kyai. Tapi, makhluk suci yang 'dibuang' ibu kandungnya. Sebabnya, karena ia hamil di luar nikah. Bayi yang sore itu diantar perempuan tak dikenal, menambah jumlah bocah tak berdaya yang dirawat Pondok Pesantren Metal.
Jika, melihat anak-anak itu, nurani terasa runtuh. Mereka, sebagian ada yang gemuk menggemaskan. Tapi juga banyak yang kurus memprihatinkan. Jemari mungil digerak-gerakkan, mengangkat kaki, dan berusaha terkekeh. Tapi, senyum pun tampak pahit.
Tak hanya anak-anak tanpa orang tua yang diasuh di dalam pondok sederhana itu. Tapi, juga 300 lebih orang sakit jiwa. Mereka diambil dari jalanan di sekitar Jawa Timur. Menurut Abu Bakar Cholil, semua manusia punya hak untuk dimanusiakan. Gila, hanya proses ujian sebagai makluk hidup. Mereka perlu dapat perlakuan manusiawi. Mendapatkan makan dan kembali ke jalan Tuhan.
Pondok Metal, dalam kelakar Abu Bakar, disebut bengkel manusia rongsokan. Manusia yang sakit jiwa, dibenahi menjadi waras. Anak-anak yang terlantar, diberi haknya untuk hidup normal. Ini, bukan kerja mudah. Tapi, sosok yang selalu ceria itu, tak pernah mengeluh. Ia menjalani semua dengan canda tawa.
"Saya ngurus orang gila, kalau stres mikirin mereka, ya bisa jadi saya ikut gila," gurau Abu Bakar terbahak-bahak. Saya ikut terpingkal-pingkal, saat berbincang dengannya di serambi pondok, lima bulan lalu.
Niat mulia kyai nyentrik itu, namun tak mulus. Berbagai benturan sosial di masyarakat kerap terjadi. Terutama, tentang masa depan bayi-bayi yang mulai tumbuh jadi anak-anak. Jumlah mereka sudah lebih dari 250 anak.
Bagi yang menginjak enam tahun, sudah saatnya masuk sekolah. Itu yang membuat risau Abu Bakar Cholil. Tanpa akte, anak-anak tak dapat sekolah.
"Saya sudah berusaha cari bantuan untuk dapat akte anak-anak, tapi tidak ada yang bisa," katanya.
Untuk membuat akte, memerlukan siapa orang tua anak itu. Sementara, mereka lahir bak dari pecahan batu. Ditinggal orang tuanya sejak bayi merah. Dengan segala keterbatasan, Pondok Metal hanya ingin menyelamatkan bayi-bayi itu hidup. Kemudian membekalinya dengan pengetahuan, agar kelak dewasa dapat menghidupi dirinya sendiri.
"Apakah mereka akan kita biarkan di tempat sampah, dikerubungi lalat dan dimakan semut? Saya tidak mencari siapa yang salah, tapi bayi yang sudah terlahir ini harus hidup sebagai manusia," kali ini Abu Bakar menyentak.
Pesan pendek sore itu, mengingatkan wajah-wajah anak tak berdosa di Pondok Metal. Juga terbayang, canda Kyai Abu Bakar Cholil yang berusaha membungkus beban. Saya berkaca-kaca. Oh manusia, kemana jiwa manusiamu terselip.
Oleh: Sunaryo Adhiatmoko
* Penulis Latar Hati dan Pegiat Sosial
| PASAR KERAJINAN BALI DIPENUHI BARANG LUAR DAERAH Gianyar, 22/5 (Seputarbali.com) - Pasar kerajinan di Bali dipenuhi barang dari luar daerah itu sehingga menjadi ancaman tersendiri bagi pengrajin sete [ ... ] |
PRESTASI INTERNASIONAL MAHASISWANYA HARUMKAN IKIP PGRI BALI Denpasar, 22/5 (Seputarbali.com) - Rektor Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan 'PGRI Bali', Drs I Made Suarta, SH,M.Hum, mengatakan, sejumlah mahasis [ ... ] | Kisah Yang Lain: | ||
| Melihat Fauna di Bali Zoo Park Jangan pernah berpikir bahwa wisata di Bali hanya ada pantai dan sejumlah pagelaran budaya yang memikat hati para turis. Karena ternyata di Bali ada sejumlah tempat wisata yang menyajikan wisata f [ ... ] |
Asyiknya Objek Wisata New Kuta Green Park Objek wisata ini baru berumur satu tahun. Akhir bulan Desember 2010 yang lalu Bupati Badung A.A Gde Agung membuka secara resmi Objek Wisata New Kuta Green Park yang terletak di kawasan Bali Pecatu [ ... ] | Obyek Wisata Terkait: | ||
| Ni Pande Putu Etiartini, Dirikan Sekolah Pantai untuk Anak Jalanan Inspirasi, 17/1 (Seputarbali.com) - Belajar bisa di mana saja, tidak harus di dalam ruang-ruang kelas. Seperti yang dilakukan Ni Pande Putu Etiartini ketika merintis pendidikan untuk anak-anak jalanan yang mengais nafkah di kawasan wisata Pantai K [ ... ] |
De Pande, Empu Muda Pewaris Prapen Bali Denpasar, 29/12 (Seputarbali.com) - Made Gd Suardika adalah sosok pemuda Bali (38). Biasa dipanggil De Pande, wajahnya keras, lekuk otot tubuhnya menyembul kekar, sorot matanya tajam dan rambut sepundak. | |
| Komitmen Made Suwita Hijaukan Desa Lebih Denpasar, 20/12 (Seputarbali.com) - Ketika yang lain sibuk berkampanye peduli lingkungan, Mangku Made Suwetha bersama teruna-teruni Desa Pekraman Lebih Kabupaten Gianyar telah bergerak ”bercanda” dengan alam sekitar desanya. | Inspirasi Terkait: | |
| Ani Yudhoyono Enggan Berkomentar Tentang Capres 2014 Jakarta, 22/5 (Seputarbali.com) - Ibu Ani Yudhoyono menolak berkomentar tentang wacana yang dilontarkan oleh sejumlah pihak tentang pencalonan dirinya dalam Pemilihan Presiden 2014. |
| Suryadharma Ali: Pengurus PPP Jangan Tidur Makassar, 21/5 (Seputarbali.com) - Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali minta pengurus partai berlambang ka'bah itu agar "tidak tidur" atau berdiam diri jika ingin memenangkan Pemilu 2014, sehingga harus bekerja keras sebab upaya memperoleh suara semakin ke [ ... ] |
| Berita Politik Terkait: |
| Masyarakat Maroko Cintai Pencak Silat Indonesia London, 22/5 (Seputarbali.com) - Pencak Silat Indonesia yang merupakan warisan budaya leluhur bangsa Indonesia cukup digemari oleh masyarakat Maroko. |
| Berita Terkait: |
| Sayuran Tingkatkan Peluang Selamat Dari Kanker Payudara Chicago, 4/4 (Seputarbali.com) - Perempuan China yang mengonsumsi kubis, brokoli dan sayuran hijau memiliki peningkatan peluang selamat setelah kanker payudara dibandingkan dengan perempuan yang tak m [ ... ] |
| Buah Naga menurunkan kadar kolesterol dan resiko kanker Kesehatan, 22/1 (Seputarbali.com) - Badan Litbang Pertanian Republik Indonesia menyebutkan bahwa buah naga dapat menurunkan kadar kolesterol, penyeimbang gula darah, menguatkan fungsi ginjal dan tulan [ ... ] |
| Kesehatan Terkait: |
| Atasi Telapak Kaki Pecah Dengan Buah Pepaya Buah Pepaya selain enak dikonsumsi, ternyata dalam resep tradisional buah pepaya bisa dimanfaatkan untuk mengatasi telapak kaki pecah: 1. Bakar buah papaya yang masih muda (yang masih kecil-kecil), [ ... ] |
| Tentang Wanita: |
| Pojok Humor: Hati-Hati Dengan Kesabaran Istri Pojok Humor, 29/2 - Seorang suami sangat kagum dengan kesabaran istrinya yg telah mendampinginya selama 25th tanpa sedikit pun bertengkar dan membal [ ... ] |
| Gak Kalah Lucu: |
![]() | Visitors Today | 1248 |
![]() | Visitors Yesterday | 6874 |
![]() | This Week | 21342 |
![]() | Last Week | 55866 |
![]() | This Month | 150810 |
![]() | Last Month | 170793 |
By A Web Design