Last Updated on Saturday, 12 November 2011 22:55 Written by Administrator Monday, 19 September 2011 23:54
Manusia Hebat dari Kedungserut
“Kami makan, hanya saat benar-benar lapar”, tandas Parman (40). Siang itu, panas menyengat, seakan hendak membakar daun-daun jati kering di hutan Kedungserut, Jiken, Blora. Tapi, Parman bergeming, ia terus menggali akar kayu jati bekas ditebang. Sekujur tubuhnya dibasahi peluh.
Untuk mengangkat akar jati yang tertimbun tanah, Parman menggali hingga dua meter. Jika akar itu terangkat, ia belah jadi potongan kayu bakar. Selendang kumal, terikat kuat di perut. Tulang rusuknya tampak jelas dilapisi kulit tipis mengkilap, karena keringat. Selendang itu bukan jimat kekuatan. Tapi cara untuk menahan lapar. Mengingatkan, tatkala Rasulullah mengganjal perut pakai batu, untuk menahan lapar. Parman dan pencari kayu lainnya di hutan Kedungserut, melakukan kebiasaan itu, agar tenaga mampu bertahan hingga sore hari.
Perjuangan hidup di hutan Kedungserut, dimulai Parman dan para pencari kayu bakar lainnya, sejak lepas subuh. Mereka berbekal air putih. Menuju hutan, 15 km dari rumah mengendarai sepeda pancal. Sepeda tua yang umurnya sudah puluhan tahun. Kadang, rantainya putus di tengah jalan, kerap juga bannya yang meletus.
Blora, dikenal daerah sulit air. Masyarakat desa, mengandalkan hidup dari bertani. Tapi, curah hujan yang kecil, menyebabkan panen rata-rata satu kali setahun. Selanjutnya, mereka mengisi hari-hari dengan merantau menjadi buruh bangunan di kota-kota besar.
Meski alamnya keras, banyak juga yang tak lari dari Blora. Mereka tetap bertahan, dengan sumber daya hidup yang terbatas. Bagi yang punya tenaga kuat, mencari kayu bakar seperti Parman, jadi satu-satunya harapan hidup. Meski, antara tenaga yang diperas dengan penghasilan tidak sebanding.
Parman dan teman senasibnya, mulai keluar hutan lepas Duhur. Mereka menyusun tumpukan kayu bakar, hingga dua meter di atas sepeda. Dari dalam hutan, perlahan-lahan sepeda yang sarat muatan kayu bakar, didorong. Tangan-tangan kering, tapi agak kekar itu, bergetar hebat menopang keseimbangan kayu dan sepeda. Sulit membedakan, bergetar karena menahan lapar apa lantaran berat. Tapi, tampak dua-duanya.
Siang merambat pukul 13.30, Parman beriringan dengan temannya menyusuri jalan raya Cepu – Blora. Panas membakar aspal, yang tampak mendidih dari kejauhan. Tapi, kaki para pencari kayu bakar itu, menapak tanpa alas kaki. Dari hutan Kedungserut, mereka menuju ke pusat kota, seperti Jepon. Jika jalan datar dan turun, sepeda sarat muatan itu, dikayuh pelan-pelan.
Mereka menempuh jarak 15 km, sembari menjajakan kayu di sepanjang jalan. Jika nasib baik, belum sampai pasar dan tempat pengepul, kayu mereka sudah ada yang membeli di perjalanan. Satu sepeda, biasanya dibeli Rp 25 ribu. Mereka mencari kayu tiap hari, akan istirahat jika badan benar-benar lelah.
Parman, bukan hanya manusia hebat bagi keluarganya. Ia juga pahlawan bagi negaranya. Tiap tahun, ia taat membayar pajak tanah. Dengan lugu ia mengaku, tak mampu membantu Negara, tapi dengan bayar pajak tanah tiap tahun, ia bangga telah berpartisipasi membangun bangsa.
Pencarai kayu bakar di Blora
Saya tersedak, mendengar ungkapan manusia hebat itu. Sekaligus malu, melihat prilaku jahat pengelola pajak yang korup macam Gayus dan teman-temannya. Faktanya, bangsa ini tak rapuh karena orang-orang miskin yang mandiri, tapi terancam hancur oleh kelompok elit dan penguasa yang serakah. Memalukan!
Oleh: sunaryo adhiatmoko
*Penulis adalah kontributor tetap seputarbali.com tinggal di Jakarta.
| PASAR KERAJINAN BALI DIPENUHI BARANG LUAR DAERAH Gianyar, 22/5 (Seputarbali.com) - Pasar kerajinan di Bali dipenuhi barang dari luar daerah itu sehingga menjadi ancaman tersendiri bagi pengrajin sete [ ... ] |
PRESTASI INTERNASIONAL MAHASISWANYA HARUMKAN IKIP PGRI BALI Denpasar, 22/5 (Seputarbali.com) - Rektor Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan 'PGRI Bali', Drs I Made Suarta, SH,M.Hum, mengatakan, sejumlah mahasis [ ... ] | Kisah Yang Lain: | ||
| Melihat Fauna di Bali Zoo Park Jangan pernah berpikir bahwa wisata di Bali hanya ada pantai dan sejumlah pagelaran budaya yang memikat hati para turis. Karena ternyata di Bali ada sejumlah tempat wisata yang menyajikan wisata f [ ... ] |
Asyiknya Objek Wisata New Kuta Green Park Objek wisata ini baru berumur satu tahun. Akhir bulan Desember 2010 yang lalu Bupati Badung A.A Gde Agung membuka secara resmi Objek Wisata New Kuta Green Park yang terletak di kawasan Bali Pecatu [ ... ] | Obyek Wisata Terkait: | ||
| Ni Pande Putu Etiartini, Dirikan Sekolah Pantai untuk Anak Jalanan Inspirasi, 17/1 (Seputarbali.com) - Belajar bisa di mana saja, tidak harus di dalam ruang-ruang kelas. Seperti yang dilakukan Ni Pande Putu Etiartini ketika merintis pendidikan untuk anak-anak jalanan yang mengais nafkah di kawasan wisata Pantai K [ ... ] |
De Pande, Empu Muda Pewaris Prapen Bali Denpasar, 29/12 (Seputarbali.com) - Made Gd Suardika adalah sosok pemuda Bali (38). Biasa dipanggil De Pande, wajahnya keras, lekuk otot tubuhnya menyembul kekar, sorot matanya tajam dan rambut sepundak. | |
| Komitmen Made Suwita Hijaukan Desa Lebih Denpasar, 20/12 (Seputarbali.com) - Ketika yang lain sibuk berkampanye peduli lingkungan, Mangku Made Suwetha bersama teruna-teruni Desa Pekraman Lebih Kabupaten Gianyar telah bergerak ”bercanda” dengan alam sekitar desanya. | Inspirasi Terkait: | |
| Ani Yudhoyono Enggan Berkomentar Tentang Capres 2014 Jakarta, 22/5 (Seputarbali.com) - Ibu Ani Yudhoyono menolak berkomentar tentang wacana yang dilontarkan oleh sejumlah pihak tentang pencalonan dirinya dalam Pemilihan Presiden 2014. |
| Suryadharma Ali: Pengurus PPP Jangan Tidur Makassar, 21/5 (Seputarbali.com) - Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali minta pengurus partai berlambang ka'bah itu agar "tidak tidur" atau berdiam diri jika ingin memenangkan Pemilu 2014, sehingga harus bekerja keras sebab upaya memperoleh suara semakin ke [ ... ] |
| Berita Politik Terkait: |
| Masyarakat Maroko Cintai Pencak Silat Indonesia London, 22/5 (Seputarbali.com) - Pencak Silat Indonesia yang merupakan warisan budaya leluhur bangsa Indonesia cukup digemari oleh masyarakat Maroko. |
| Berita Terkait: |
| Sayuran Tingkatkan Peluang Selamat Dari Kanker Payudara Chicago, 4/4 (Seputarbali.com) - Perempuan China yang mengonsumsi kubis, brokoli dan sayuran hijau memiliki peningkatan peluang selamat setelah kanker payudara dibandingkan dengan perempuan yang tak m [ ... ] |
| Buah Naga menurunkan kadar kolesterol dan resiko kanker Kesehatan, 22/1 (Seputarbali.com) - Badan Litbang Pertanian Republik Indonesia menyebutkan bahwa buah naga dapat menurunkan kadar kolesterol, penyeimbang gula darah, menguatkan fungsi ginjal dan tulan [ ... ] |
| Kesehatan Terkait: |
| Atasi Telapak Kaki Pecah Dengan Buah Pepaya Buah Pepaya selain enak dikonsumsi, ternyata dalam resep tradisional buah pepaya bisa dimanfaatkan untuk mengatasi telapak kaki pecah: 1. Bakar buah papaya yang masih muda (yang masih kecil-kecil), [ ... ] |
| Tentang Wanita: |
| Pojok Humor: Hati-Hati Dengan Kesabaran Istri Pojok Humor, 29/2 - Seorang suami sangat kagum dengan kesabaran istrinya yg telah mendampinginya selama 25th tanpa sedikit pun bertengkar dan membal [ ... ] |
| Gak Kalah Lucu: |
![]() | Visitors Today | 1285 |
![]() | Visitors Yesterday | 6874 |
![]() | This Week | 21379 |
![]() | Last Week | 55866 |
![]() | This Month | 150847 |
![]() | Last Month | 170793 |
By A Web Design